Akan ada seseorang yg membuatmu berhenti mencari. Menemukannya membuatmu merasa cukup. Memang dia bukan orang yg sempurna, tapi dia mampu melengkapi. Bersamanya, km hanya perlu menjadi dirimu. Cukup dg melihat matanya, km mampu menemukan teduh.. menceritakan segala keluhmu.Senyum dan tawanya adalah duniamu, tempat yg paling nyaman yg km temukan. Dia selalu ada, mengulurkan tangan untuk memapahmu mencapai puncak.
Dia lupa dengan lelahnya, yg dia ingat hanya persoalan tentang kamu.
Yah.. Pada akhirnya kamu akan menemukan seseorang yg juga menemukanmu ♥
Rabu, 07 Januari 2015
Menemukan Kamu (Part I)
Lelakiku (Ayah)
Kamu adalah lelaki terbaikku!
Dari semua kehilangan, aku belajar.
Apalagi ketika aku harus kehilangan kamu.
Ketika mereka sibuk bermanja-manja.
Ketika mereka sibuk tertawa bersama.
Saat itu aku belajar untuk merelakan bahwa manja dan tawa itu bukan milikku.
Aku tak peduli mereka berkata apa.
Aku tak peduli mereka menganggap km apa.
Aku tak pernah peduli atas semua caci maki mereka.
Aku cukup membalas semuanya dengan senyuman.
Kamu tetap lelaki terbaikku.
Sekian jauh jarak tercipta.
Sekian lama wajah tak berjumpa.
Aku yakin km tetap mendoakanku, begitupun aku.
Dan sejauh ini, mungkin hanya senjata itu yg kita punya untuk saling menjaga.
Kamu tetap lelaki terbaikku, yg telah mengajariku banyak hal.
Maaf jika aku tak bisa melihatmu menua.
Maaf jika aku tak bisa selalu menemanimu dalam menjalani hidup.
Bagiku perjalanan ini tidak mudah, aku pun yakin kau merasakan hal yg sama.
Tapi kau tidak usah khawatir. Anak perempuanmu ini, akan terus mencoba untuk tangguh.
Anak perempuanmu ini, akan terus belajar bertahan.
Meski mungkin tak sekuat dan setangguh seharusnya kamu.
Tapi yakinlah, semua akan baik-baik saja.
Sehat selalu yah,
Aku menyayangi kamu tanpa tapi ayah :)
Dari semua kehilangan, aku belajar.
Apalagi ketika aku harus kehilangan kamu.
Ketika mereka sibuk bermanja-manja.
Ketika mereka sibuk tertawa bersama.
Saat itu aku belajar untuk merelakan bahwa manja dan tawa itu bukan milikku.
Kamu tetap lelaki terbaikku.Kehilangan yg menciptakan banyak tangis setelahnya.Kehilangan yg menciptakan banyak dendam setelahnya.Kamu tetap yg terbaik.
Aku tak peduli mereka berkata apa.
Aku tak peduli mereka menganggap km apa.
Aku tak pernah peduli atas semua caci maki mereka.
Aku cukup membalas semuanya dengan senyuman.
Kamu tetap lelaki terbaikku.
Sekian jauh jarak tercipta.
Sekian lama wajah tak berjumpa.
Aku yakin km tetap mendoakanku, begitupun aku.
Dan sejauh ini, mungkin hanya senjata itu yg kita punya untuk saling menjaga.
Kamu tetap lelaki terbaikku, yg telah mengajariku banyak hal.
Maaf jika aku tak bisa melihatmu menua.
Maaf jika aku tak bisa selalu menemanimu dalam menjalani hidup.
Bagiku perjalanan ini tidak mudah, aku pun yakin kau merasakan hal yg sama.
Tapi kau tidak usah khawatir. Anak perempuanmu ini, akan terus mencoba untuk tangguh.
Anak perempuanmu ini, akan terus belajar bertahan.
Meski mungkin tak sekuat dan setangguh seharusnya kamu.
Tapi yakinlah, semua akan baik-baik saja.
Sehat selalu yah,
Aku menyayangi kamu tanpa tapi ayah :)
Maulid Nabi
Selamat ulang tahun kesayangan :)
Apa kabar disana? Engkau pasti memperhatikan kami dr jauh..
Memperhatikan bagaimana kami yg mengaku umatmu hidup sekarang.
Umatmu yang begitu kau khawatirkan, yang terus kau sebut sampai menangis ketika sakaratul maut.
Umat yang selalu kau sebut dalam perbincanganmu dengan Tuhan.
Jujur, kami kehilangan Engkau ya Rasul.
Kami kehilangan pemimpin sepertimu.
Apa ini membuktikan bahwa kami tak bisa menjadi umatmu yg baik?
Apa ini membuktikan bahwa kami hanya bisa mengecewakanmu?
Ahh... tentu saja, sikap dan sifat kami memang begitu jauh dari teladanmu.
Tapi percayalah, kami menyayangi dan merindukanmu rasul..
Meski tak pernah bertemu wajahmu
Meski tak pernah mendengar suaramu..
Tapi engkau begitu nyata untuk kami..
Maafkan kami yg sering lalai
Maafkan kami yg lebih pandai mengeluh
Maafkan kami yg lebih sibuk dengan dunia
Maafkan kami atas segala kelemahan ini..
Selamat ulang tahun, jangan khawatir.. kami tak akan pernah lelah belajar menyempurnakan. Sejatuh apapun kelak, kami akan terus bangkit untukmu.
Apa kabar disana? Engkau pasti memperhatikan kami dr jauh..
Memperhatikan bagaimana kami yg mengaku umatmu hidup sekarang.
Umatmu yang begitu kau khawatirkan, yang terus kau sebut sampai menangis ketika sakaratul maut.
Umat yang selalu kau sebut dalam perbincanganmu dengan Tuhan.
Jujur, kami kehilangan Engkau ya Rasul.
Kami kehilangan pemimpin sepertimu.
Apa ini membuktikan bahwa kami tak bisa menjadi umatmu yg baik?
Apa ini membuktikan bahwa kami hanya bisa mengecewakanmu?
Ahh... tentu saja, sikap dan sifat kami memang begitu jauh dari teladanmu.
Tapi percayalah, kami menyayangi dan merindukanmu rasul..
Meski tak pernah bertemu wajahmu
Meski tak pernah mendengar suaramu..
Tapi engkau begitu nyata untuk kami..
Maafkan kami yg sering lalai
Maafkan kami yg lebih pandai mengeluh
Maafkan kami yg lebih sibuk dengan dunia
Maafkan kami atas segala kelemahan ini..
Selamat ulang tahun, jangan khawatir.. kami tak akan pernah lelah belajar menyempurnakan. Sejatuh apapun kelak, kami akan terus bangkit untukmu.
kamu.. nyata mimpiku
Jika lukaku yang kemarin adalah untuk kemudian bertemu kamu, aku rela.
Jika patah hatiku yang kemarin adalah untuk kemudian dicintai kamu, aku rela.
Jika memang aku harus mematahkan hatiku sendiri berulang-ulang sebelumnya untuk akhirnya harus hidup berdua menua bersama kamu, aku rela.
Kamu adalah mimpi terbaikku.
Kamu adalah jiwa yang aku temukan ketika aku tersesat.
Kamu, membuat aku merasa paling beruntung berdiri diantara mereka yang memiliki segalanya tapi tidak memiliki kamu
Jika patah hatiku yang kemarin adalah untuk kemudian dicintai kamu, aku rela.
Jika memang aku harus mematahkan hatiku sendiri berulang-ulang sebelumnya untuk akhirnya harus hidup berdua menua bersama kamu, aku rela.
Kamu adalah mimpi terbaikku.
Kamu adalah jiwa yang aku temukan ketika aku tersesat.
Kamu, membuat aku merasa paling beruntung berdiri diantara mereka yang memiliki segalanya tapi tidak memiliki kamu
Hello Looser!
Mungkin kita hanyalah sepasang pecundang, yg mengucapkan sayang melalui sepi
Mungkin kita hanyalah sepasang pecundang, yg menitipkan rindu melalui angin
Mungkin kita hanyalah sepasang pecundang, yg hanya mampu merasakan tanpa mengucapkan
Mungkin kita hanyalah sepasang pecundang, yg hanya berani saling merindukan dalam malam
Mungkin kita hanyalah sepasang pecundang, yg hanya berharap keajaiban tanpa mau berbuat apa-apa
Dan kita, mungkin hanyalah sepasang pecundang yg saling diam hingga hari esok tak lagi memberi sapa







